MelihatLagi Janji Kampanye Anies-Sandi Terkait OK OCE - Jika kembali mengingat masa beberapa bulan yang lalu, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno getol Headline News Prediksi Southampton vs Tottenham, Minggu 21 Januari 2018
Beritadan foto terbaru OK OCE - Ulang Tahun ke-53, Gubernur Anies Ditagih 3 Janji Kampanye yang Belum Tuntas, PDIP Ingatkan Deadline Kunjungi Pelatihan OK OCE, Sandiaga Ajari Peserta Cara Selfie Hal itu diungkapkan Sandiaga menanggapi opini publik yang menilai program OK OCE tidak berjalan dengan baik. Kamis, 21 Maret 2019 .
SandiagaUno menyanggah komentar tersebut dan mengatakan, bahwa OK OCE bukanlah program yang sia-sia dari Pemprov DKI Jakarta
3 OK-Otrip Diganti Jadi Jak Lingko Sama seperti OK OCE, program OK-Otrip mendadak berganti nama jadi Jak Lingko usai Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengundurkan diri pada 2018 silam. Kebijakan pergantian nama dari OK-Otrip menjadi Jak Lingko ini dibuat Gubernur Anies Baswedan hanya beberapa bulan setelah Wagub Sandi Uno lengser.
P1dan P2 yang dimaksud Sandi merupakan dua dari tujuh tahapan
Djarotjuga menyoroti efektivitas program OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship) yang sempat disosialisasikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurut Djarot, program itu seharusnya ditujukan buat membantu rakyat kecil meningkatkan pemasukan. "Hal seperti ini yang membikin kita miris.
. Warga memasuki gerai OK OCE Mart. Foto ANTARA FOTO/Muhammad AdimajaHingga pertengahan Juli ini tercatat sudah ada 42 ribu pendaftar program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship OK OCE. Namun, baru sekitar 150 orang yang sudah mencapai tahap akhir yakni P7 atau telah menerima pinjaman modal. "Yang sudah menerima permodalan masih sedikit, kalau enggak salah 150 orang terakhir," kata Ketua Umum Pegerakan Gerakan OK OCE PGO Faransyah Jaya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 16/7.OK OCE dikenal memiliki 7 tahapan atau 7 PAS Pasti Akan Sukses. Nantinya, warga yang ingin berwirausaha harus melewati tahap P1 hingga P7. Yang dimaksud 7 PAS adalah P1 pendaftaran, P2 pelatihan, P3 pendampingan, P4 perizinan, P5 pemasaran, P6 pelaporan keuangan dan P7 OK OCE Foto Nugroho Sejati/kumparanFaran menjelaskan, banyak warga yang sulit mencapai tahap permodalan karena terkendala masalah perizinan. Menurutnya, warga masih kurang paham untuk mengurus sesuatu yang sangat prosedural, termasuk soal perizinan yang dinilai ribet. Padahal, para pelaku UMK ini didorong bisa membentuk badan usaha sendiri."Urus perizinan kan tadi ada masukan, sekarang gampang-gampang susah. Yang terjadi memang sosialisasinya. Warga kita mungkin belum paham cara prosedur UMK Usaha Mikro Kecil, tambah dia mesti ke PTSP Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Nanti PTSP ada dokumen-dokumen yang memang perlu diisi," ucap menuturkan, anggota yang sudah mencapai tahap P7 ini memerlukan waktu paling lambat tiga bulan. Sedangkan ada 9 dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang juga memiliki warga binaan OK OCE, disesuaikan dengan kerja masing-masing Daging OK OCE Kebayoran Lama Foto Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan"Sebagian besar ya pelatihan dan pendampingan. Kalau pemasaran kita sedikit lompat kan. Memang maunya yang boleh ikut P5, dia sudah P4. Tapi kenyataannya memang karena P4 sedikit terganggu karena waktu itu nunggu pergubnya belum keluar, bulan puasa-Lebaran ya enggak efektif," pungkasnya. Dari total 42 ribu pendaftar melalui situs online OK Oce, baru sekitar 27 ribu yang sudah mengikuti pelatihan. Faran berharap bisa menggenjot sisa anggota yang baru sekedar mendaftar, dibantu dengan para satuan kerja perangkat daerah SKPD yang ikut membina mereka. Warga memasuki gerai OK OCE Mart. Foto ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan hingga saat ini pendaftar program One Kecamatan One Center for Enterpreneurship atau OK-OCE telah mencapai lebih dari 30 ribu orang.“Hingga detik ini pendaftar OK-OCE telah sudah orang,” kata dia dalam pidatonya di Bazar Ramadhan Produk OK-OCE di Pademangan, Jakarta Utara, hari ini, Sabtu, 2 Juni kesempatan terpisah Sandi pernah menargetkan pendaftar OK-OCE mencapai 40 ribu orang sepanjang 2018. Ia pun optimistis program yang digagas bersama Gubernur Anies Baswedan sejak masa kampanye ini dapat menekan angka pengangguran di Jakarta.“Iya 40 ribu setahun jadi kalau lima tahun sudah 200 ribu lapangan kerja,” kata Sandiaga di PPKD, Jakarta Selatan, Rabu, 4 April Sandi, sapaan Sandiaga Uno, program OK-OCE tak dapat berdiri sendiri maka perlu dukungan dari pihak lain. Untuk permodalan, institusi perbankan akan membantu mengurusnya. peserta program harus mengikuti serangkaian tahapan kegiatan untuk memperoleh pinjaman modal. “Jangan sampai terulang lagi dimana kita memberikan permodalan terus enggak bisa tertagih,” OK-CE juga bekerja sama dengan aplikasi pengelola keuangan Zahir Simply. Aplikasi ini akan membantu peserta mengelola sekaligus menjadi pelaporan keuangan peserta program."Zahir Simply memberikan aplikasi ini secara gratis kepada para peserta OK-OCE yang sudah mendaftar," ucap Sandiaga Di arena bazar, Sandiaga Uno menyebut kegiatan ini ajang untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Sandi tiba di lokasi sekitar pukul WIB dan langsung menuju Masjid Baiturrahman untuk menjalankan salat dhuhur . Kemudian, ia mendatangi stand warga yang berletak tidak jauh dari bazar pada 2-3 Mei 2018 tersebut warga RW 06, Pademangan Barat, menjual sejumlah produk industri rumahan mulai dari kue kering, kerajinan tangan, hingga pakaian anak-anak dan 70 stand berjejer di sepanjang jalan satu warga yang berjualan, Rusmiati, 45 tahun, senang lantaran bisa memasarkan kue keringnya. Ia berharap kue laku terlebih menjelang lebaran ini. “Pastinya senang disediakan tempat berjualan. Harapannya sih, ya, pasti semoga laku dan kue saya semakin dikenal lagi, he..he..he..,” kata Kota Jakarta Utara Hussein Murad berjanji rutin menggelar bazar sejenis agar perekonomian mayarakat Jakarta Utara meningkat.“Satu stand bisa membuka sekitar 4-5 lapangan pekerjaan. Berarti ini ada hingga 350 lapangan pekerjaan,” tutur Sandiaga Uno di Bazar Ramadhan Produk OK-OCE tersebut.
BAHU MEMBAHU MENGEMBANGKAN POTENSI UMKM! Mari berkolaborasi dan bahu membahu mengembangkan potensi UMKM dengan bergabung di OK OCE, bentuk pribadi yang kreatif, mandiri dan terampil. Silahkan untuk mendaftar dan jadilah bagian dari program OK OCE Registrasi
Jakarta – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah UMKM merupakan salah satu pembangkit perekenomian di Indonesia. Meski pandemic Covid-19 belum usai, banyak para pelaku usaha yang terus bangkit hingga menaikkan kelas usahanya. Gerakan social OK OCE Indonesia, yang memiliki tujuan menciptakan lapangan kerja berbasis kewirausahaan memiliki setidaknya hingga 200 UMKM di dalamnya, tersebar di seluruh menaikkan kelas usahanya, di OK OCE, pelaku UMKM harus mengikuti kurikulum yakni 7 TOP, singkatan Tahapan OK OCE Prima. Banyak Usaha Mikro, Kecil yang hanya mengandalkan toko offlinenya, padahal saat pandemi perlunya transformasi online untuk meningkatkan Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE, mengatakan “Kita harus terus bergerak, meski di awal pandemi kita sudah makan tabungan, jangan sampai makan asset. Kita gotong royong, saling bantu. Saat ini usaha semua sudah bertransformasi ke online, “ ungkapnya dalam Webinar Virtual Bussiness Gathering, Bertemakan Mentoring Bersama Pengurus OK OCE yang diselenggarakan Seeker Revolution, Minggu, 25 Juli juga menambahkan, modal terpenting yang dimiliki seorang pelaku usaha adalah,terbuka, siap menghadapi resiko, kreatif, inovatif, serta lanjut terkait 7 TOP yang terdiri atas Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perizinan, Pemasaran, Pencatatan Keuangan, serta akses Permodalan kini dapat diikuti anggota OK OCE dengan cara yang lebih mudah, yakni melalui laman website Setiawan, Sekjen OK OCE IndonesiaHerri Setiawan, Sekjen OK OCE, mengajak para partisipan yang hadir untuk dapat mendaftar menjadi anggota OK OCE melalui sistem web yang sudah terintegrasi , yakni Herri menambahkan, kurikulum yang digunakan OK OCE, 7 TOP Tahapan OK OCE Prima, yang Tahap pertamanya adalah pendaftaran.“ Jika teman-teman sudah mendaftar dan mengikuti langkah dalam 7 TOP, maka di website OK OCE akan terlihat progress yang sudah mengikuti tahapan satu hingga tujuh. Kita juga akan melihat informasi melalui profil yang diisi, dan system akan memberitahukan jika ada profil yang belum lengkap,” ungkap website memudahkan anggota dalam mencari informasi kegiatan hingga progress tahapan yang diikuti.
Jakarta - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, program one kecamatan, one of entrepeneurship program OK OCE yang berjalan di ibukota mampu menyerap banyak tenaga kerja. Sarman mengungkapkan, tiap tahun, Indonesia khususnya DKI Jakarta memproduksi tiga juta angkatan kerja baru. Oleh sebab itu, perlu program yang konkrit untuk bisa menyerap para tenaga kerja ini. "Program OK OCE merupakan salah satu terobosan baru yang digagas oleh Sandiaga Uno pada saat maju sebagai Wakil Gubernur Prov DKI Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Minimnya lapangan kerja, di sisi lain setiap tahun kita memproduksi hampir 3 juta angkatan kerja baru. Menjadi kekhawatiran bila potensi ini tidak dikelola dengan baik akan menjadi beban sosial," ‎ujar dia saat berbincang dengan di Jakarta, Senin 18/3/2019. Sandiaga Bilang OK OCE Sukses Kurangi 20 Ribu Pengangguran di Jakarta, Benarkah? Lima Masalah Ketenagakerjaan yang Perlu Dibahas dalam Debat Cawapres Beda Jurus Atasi Pengangguran ala Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno dalam Debat Cawapres Menurut Sarman, hingga saat ini, program OK OCE pun telah menghasilkan wirusahawan baru Ibukota. Meski jumlahnya belum maksimal, namun dia yakin akan terus meningkat. "Dan saat ini kita lihat sudah lahir banyak pelaku pelaku usaha baru dengan berbagai bidang usaha seperti kuliner dengan aneka makanan khas daerah, fashion, aksesoris, jasa dan lain-lain. Memang dari semua yang mendaftar tidak mungkin langsung jadi pengusaha pasti akan berproses dan akan terseleksi secara alami," kata dia. Sarman menyatakan, program-program seperti ini memang diperlukan agar para generasi muda tidak hanya berharap bisa menjadi pegawai sebuah perusahaan, tetapi harus bisa menciptakan peluang usaha baru dan menyerap tenaga kerja. "Melalui OK OCE para pemuda kita diarahkan menjadi pelaku-pelaku usaha baru dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada di sekitarnya. Program OK OCE di Jakarta sampai saat berjalan dengan baik di kolaborasi dengan Program Kewirausahaan Terpadu PKT. Program ditingkat Kecamatan masih berjalan sesuai dengan jenjang tahapan yang harus diikuti," tandas dia.
cara mendaftar program ok oce