Ubinanadalah luasan yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas) yang dipilih untuk mewakili suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya (hasil tanaman per hektar tanpa pematang), dengan cara menimbang hasil (kg/ubinan) dikali faktor (10.000 m2 dibagi luas ubinan (m2)). TabelAngka Random digunakan saat melakukan ubinan. Setelah pangkal sumbu dari sisi BT - US telah ditentukan, selanjutnya adalah menentukan titik pangkal ubinan dengan cara: 1. Mengukur panjang kedua sisi dari petak sawah ( panjang sisi Barat - Timur dan Utara - Selatan) dengan menggunakan langkah kaki biasa dan mencatat hasilnya. 2. Caramenghitung ubinan : Misal dari hasil timbangan diatas adalah titik A= 5,5 kg dan titik B= 6 kg. Maka untuk menghitungnya adalah : Jumlahkan dahulu hasil timbangan kedua titik kemudian dibagi 2 -- (5,5 kg + 6 kg) : 2 = 5,75 kg. Karena jarak ubinannya 2,5m x 2,5m maka luas ubinan adalah 6,25m2. Rumus ubinan/perkiraan = hasil rata-rata RumusUbinan Contoh : hasil dari ubinan 2,5x2,5 meter ditimbang mendapat 4,5 kg kemudian dikalikan (x) 1600 maka hasilnya 7200 kg atau 7,2 ton, maka perkiraan hasilnya adalah 7,2 ton/hektar mudah bukan? untuk info lebih lanjut, bisa hubungi kami atau ketik saja dikolom komentar, Terima kasih. Saatini yang diukur melalui ubinan adalah komoditas padi, jagung, kedelai, singkong, kacang tanah dan ubi jalar. Ubinan mencakup jenis lahan, cara tanam, cara panen, penanggulangan organisme pengganggu tanaman [OPT], intensifikasi, variates dan jumlah benih, pupuk dan pestisida, dan informasi kualitatif terkait produktifitas. PerhitunganLQ Kacang Tanah LQ Kacang Tanah = 12.053/1.693.351 = 3,93 Tabel Hasil LQ Produksi Pertanian Jenis Komoditas Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua LQ Hasil Produksi (ton/th) Hasil Produksi (ton/th) Ubi Jalar 23.924 1.066.197 0,91 Padi Sawah 2.042 436.393 0,2 Ubi Kayu 13.148 178.708 3,09 Kacang Tanah 1.126 12.053 3,93 . Redaktur Satmoko Budi Santoso Kegiatan ubinan jagung varietas Pertiwi di kelompok tani KT Kuncen Farm, Kelurahan Bubakan Kecamatan Mijen, didampingi PPL wilayah Mijen dan Petugas Bidang Tanaman Pangan Dispertan Kota Semarang, Kamis 24/6/2021. Foto Dok Dispertan Kota Semarang SEMARANG – Dinas Pertanian Dispertan Kota Semarang memperkenalkan teknik ubinan kepada para petani padi dan tanaman palawija, seperti jagung, kedelai, singkong dan lainnya. “Metode ubinan menjadi cara yang umum dilakukan kelompok tani, untuk memprediksi luasan panen pada setiap masa tanam. Ubinan dapat diterapkan pada budidaya padi atau palawija. Caranya juga sederhana, cukup mengukur beberapa meter luasan, sebagai contoh atau tolok ukur dari seluruh lahan yang ingin kita ketahui hasilnya,” papar Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin 28/6/2021. Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, saat dihubungi di Semarang, Senin 28/6/2021. Foto Arixc Ardana Dipaparkan, melalui metode pengubinan ini, hasil panen baik padi atau palawija, dapat diketahui secara perkiraan. “Jadi nanti bisa dihitung, biasanya kan kalau kita menanam padi atau palawija, penasaran kira-kira hasilnya berapa yang didapat. Untuk bisa mengetahuinya kan harus dipanen semua dulu, namun dengan cara ubinan ini, bisa diperkirakan jumlah hasil yang didapat,” terangnya. Tidak hanya itu, dengan metode ubinan tersebut, bisa diperbandingkan antara hasil nyata yang diperoleh dan perkiraan. “Ya petani bisa tahu hasilnya, dihitung dengan benar, tidak hanya sekadar mengira-ngira, jadi hasilnya pasti,” tandasnya. Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispertan Kota Semarang, Shoti’ah, menuturkan dalam penerapan metode ubinan, ada cara dan rumus yang digunakan. “Ubinan ini untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi atau palawija, melalui titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 meter persegi, yang kemudian hasilnya diukur dan ditimbang. Hasil inilah dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 hektare luasan lahan,” terangnya. SELANJUTNYA 1 2 UBINAN merupakan survei yang lazim digunakan petani didampingi penyuluh, untuk mengetahui produktifitas tanaman pangan per hektar. Badan Pusat Statistik BPS pun implementasi aplikasi pendataan khususnya ubinan berbasis kerangka sampel area KSA untuk estimasi luas panen lebih akurat, obyektif dan terkini. Saat ini yang diukur melalui ubinan adalah komoditas padi, jagung, kedelai, singkong, kacang tanah dan ubi jalar. Ubinan mencakup jenis lahan, cara tanam, cara panen, penanggulangan organisme pengganggu tanaman OPT, intensifikasi, variates dan jumlah benih, pupuk dan pestisida, dan informasi kualitatif terkait produktifitas. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menilai ubinan atau pengambilan sampel mutlak dilakukan agar tidak ada perbedaan data, misalnya definisi lahan baku sawah yang bergeser penggunaannya untuk menanam jagung. "Definisi terhadap sawah, misalnya, kalau tanam jagung, masih sawah kan namanya. Definisi itu dilakukan penyesuaian di pertanian apa pun tanaman di dalamnya, lahan itu lahan baku sawah," kata Mentan Syahrul tentang pentingnya data pertanian untuk input program dan kebijakan Kementerian Pertanian RI dalam keterangan tertulis. Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM-Kementerian Pertanian BPPSDMP mengingatkan tentang pentingnya kegiatan pengubinan. Guna memastikan petani dan penyuluh tetap di lapangan dengan mematuhi Protokol Kesehatan di tengah pandemi. "Pengubinan, istilah yang biasa dipakai penyuluh dan petugas statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen tanaman pangan," kata Dedi. Seruan tersebut dilaksanakan petani Kabupaten Barito Timur Bartim, Kalimantan Tengah khususnya kelompok tani Poktan Rurey Maju di Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat melakukan pengubinan jagung pakan ternak varietas Bisi-18, Selasa 27/10 Kegiatan pengubinan jagung oleh petani Poktan Rurey Maju didampingi penyuluh Balai Penyuluh Pertanian BPP Paju Epat dipimpin Lukmanul Chakim, Koordinator BPP. Hadir Ferry dan Bella dari BPS Bartim untuk optimalisasi produktivitas jagung pakan ternak. "Hasil ubinan jagung termasuk baik, mengacu target rata-rata per petak ubinan standarnya adalah enam kilogram per petak," kata Elisa, penyuluh pembina Desa Muruwutu seperti dilansir Pusat Penyuluhan Pertanian Pusluhtan BPPSDMP Kementan, Jumat 30/10. baca juga Menanam Matoa di Aceh Simbol Persaudaraan Dengan Papua Lukmanul menambahkan, BPP Paju Epat selaku pelaksana KostraTani menargetkan budidaya jagung ke depan, diupayakan berorientasi bisnis terutama pengadaan bahan baku industri pakan ternak, sekaligus mencapai target uas tanam jagung tertinggi di Bartim. "Geliat budidaya jagung Paju Epat diharapkan memotivasi kecamatan lain membudidayakan komoditas jagung untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak," katanya. Ruslina, pengurus Poktan Rurey Maju mengharapkan teknik pengubinan didampingi BPP Paju Epat dan BPS Bartim menambah pengetahuan para petani untuk menerapkannya setiap menjelang panen. Sehingga dapat memperkirakan sendiri hasil panennya ke depan. "Hasil tanam satu kilogram benih jagung, hasilkan panen rata-rata enam kuintal jagung pipilan," kata Ruslina, pengurus Poktan Rurey Maju.OL-3

cara menghitung ubinan jagung